Suluk Senen Pahingan Berita Simfoni Ramadan: Menumbuhkan Harapan di Tengah Ketidakpastian

Simfoni Ramadan: Menumbuhkan Harapan di Tengah Ketidakpastian

simfoni ramadan

SANTRI Bajingan menggelar kegiatan bertajuk “Simfoni Ramadan: Menumbuhkan Harapan di Tengah Ketidakpastian” di Joglo Pondok Pesantren Al-Itqon, Bugen, Tlogosari Wetan, Kecamatan Pedurungan, Kota Semarang, Sabtu (7/3/2026) malam.

Acara yang terbuka untuk umum tersebut memadukan nilai-nilai Islam dan ke-Indonesiaan, refleksi sosial, serta pertunjukan seni dan musik.

Pengasuh Ponpes Al-Itqon, KH. Ubaidullah Shodaqoh, hadir menyampaikan tausiyah yang menekankan pentingnya menjaga harapan dan keteguhan spiritual masyarakat di tengah situasi global dan nasional yang tidak menentu.

Tema “Menumbuhkan Harapan di Tengah Ketidakpastian” diangkat sebagai respons terhadap berbagai persoalan yang saat ini dirasakan masyarakat.

Mulai dari tekanan ekonomi, meningkatnya ketegangan dan konflik di berbagai kawasan dunia yang berdampak pada stabilitas global, hingga dinamika kebijakan ekonomi dan pembangunan di dalam negeri.

Selain itu, sejumlah isu yang berkembang di masyarakat seperti kekhawatiran terhadap kondisi perekonomian, tantangan kesejahteraan rakyat, hingga perdebatan mengenai berbagai program pembangunan mulai dari program makan bergizi bagi masyarakat hingga penguatan ekonomi desa melalui koperasi juga menjadi bagian dari refleksi sosial yang diangkat dalam forum tersebut.

Melalui pendekatan budaya dan spiritual, Simfoni Ramadan diharapkan menjadi ruang dialog yang hangat bagi masyarakat untuk membaca situasi zaman sekaligus memperkuat optimisme menghadapi masa depan.

Acara ini juga menghadirkan sejumlah seniman dan musisi, di antaranya Any Faiqoh, Lukni Maulana, Beno Siang Pamungkas, Yanuar ‘Gemby’ Kurniawan, Mere Nauval, Syarief Rahmadi, Ardiyansah Harjunantio, Mahranazih, serta Slamet Priyatin.

Pertunjukan musik juga melibatkan komunitas Pesantren Blues dan Kaukab yang menampilkan karya bernuansa spiritual dan reflektif.

Penyelenggara berharap Simfoni Ramadan dapat menjadi ruang perjumpaan antara pesantren, seniman, dan masyarakat untuk merawat harapan, memperkuat solidaritas sosial, serta menghadirkan pesan keagamaan yang relevan dengan kondisi zaman. []

Author: Admin